Jaring Kaliresi Weblog

January 2, 2011

DISKUSI RUSUNAMI

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 6:44 am

JARING KALIRESI akan mengadakan Diskusi Rusunami dengan tema :

“Pemberdayaan Penghuni Rusunami, Untuk Kesejahteraan Bersama”
Pembicara dari :
1. Kemenpera
2. APERSSI
3. YLKI
4. Dirjen Standarisasi dan Perlindungan Konsumen *)

Waktu : Sabtu, 29 Januari 2011, pk. 09.00 – 16.00
Tempat : Sasana Pakarti *) Jl. Duren Tiga No. 12, Jakarta Selatan

Peserta : 1. Anggota Jaring Kaliresi
2. Pemilik/Penghuni Kalibata City
3. Pemilik/Penghuni Rusunami
4. Media

Kontribusi : Rp. 100.000,- Anggota JK
Rp. 150.000,- Non Anggota JK

Pendaftaran
1. Anggota JK Sdr. Iwan 081905026291, Email : iwan.ismanto@yahoo.com; mortal2k@gmail.com

2. Non Anggota JK Sdr. Idoman, 08569999081, email : idomanp@yahoo.com
Sdri. Juke, 087889869027, email : jukebachtiar@yahoo.com

TEMPAT TERBATAS

*) masih menunggu konfirmasi

December 12, 2010

Tip Serah Terima Unit

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 11:42 am

Berdasarkan pengalaman rekan-rekan di milist rusunami_kalibata@yahoo.com, terima kasih untuk semuan rekan milist yang sudah berbagi. Mereka berbagi cerita perihal serah terima (sertim) unit di Kalibata

Ada banyak hal yang harus kita perhatikan saat sertim :

Sebelum sertim :
1. Siapkan dokumen yang di perlukan (terlampir dalam surat undangan/panggilan)
2. Menjadi emosi untuk tetap stabil yaitu tidak terlalu gembira/senang saat sertim karena ini jadi kelemahan kita dalam pengecekan fisik. Dan biasanya akan tergesa-gesa.
3. Siapkan beberapa bola lampu ( 5 lebih bagus) karena ada 5 titik lampu.
4. Bawa charger HP untuk cek fungsi stop kontak/fitting lampu.
5. Jangan menandatangani blanko kosong.

Saat sertim :
1. Jangan tergesa-gesa, santai aja
2. Cek meteran air sebelum masuk, apakah berangka nol ?, maksimal angka 1 atau 2, karena tukang memakai saat pembersihan unit.
3. Perhatikan pintu utama apakah masih mulus atau sudah cacat garis (scratch) bagian depan dan belakang. Termasuk sambungan ke kusen pintu apakah presisi, karena ada rekan yang kusennya hampir roboh karena tidak presisi.
4. Sebelum masuk ke unit, sebaiknya coba membuka kunci/tutup kunci.
5. Cek fisik satu persatu, mulai dari lantai (miring atau tidak), dinding bergelombang, pipa-pipa air, sink kitchen, kran air kamar mandi, air toilet, karet-karet jendela, kunci pintu balkon,
6. Cek warna keramik kamar mandi, banyak yang berbeda warna,
7. Cek warna dinding, apakah ada bekas rembesa air ? biasanya di sekita jendela
8. Cek meteran listrik.
9. Cek pipa pembuangan di balkon, apakah ada rembesan
10. Periksa detil sudut- sudut.

Jika semuanya baik atau ok, jangan lupa baca dengan seksana Berita Acara Serah Terima (BAST), jika kita ragu, jangan malu bertanya.
Tetapi jika ada salah satu yang tidak baik/cacat fisik sebaiknya anda minta di tunda dulu sertimnya sambil menunggu perbaikan. Karena jika kita sudah menandatangani BAST maka segala kewajiban harus kita penuhi yaitu iuran singking fund, rekening listrik, rekening air (sekitar 2 jutaan), sementara kita tidak bisa langsung huni karena perbaikan memerlukan waktu 2 sampai 3 minggu. Berapa banyak kerugian yang kita tanggung ?

Jika kita berhati-hati dan teliti maka kita juga yang akan menikmatinya.
Salam

January 17, 2010

Bunga Kredit BTN Ada Perubahan?

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 11:46 am

Beberapa waktu yang lalu seorang ibu yang juga pembeli unit di Kalibata Residences mengeluhkan kepada saya perihal Bunga Bank BTN yang tak juga kunjung turun. Dia sudah menanyakan hal ini ke Bank BTN Cabang Pasar Minggu, namun tidak mendapat jawaban yang semestinya, bahkan oleh staf Bank BTN disuruh menanyakan hal ini ke mailing list/milist-milist yang ada di internet.
Setelah berdiskusi panjang saya sarankan agar dia menanyakan hal ini ke Bank BTN Cabang Jakarta Kuningan/JKK. Gayung bersambut, oleh bagian Loan Service diminta membuat surat permohonan penyesuaian bunga. Setelah surat dikirim berkali-kali melalui fax, ternyata jawaban sungguh menyejukkan bahwa berdasarkan ketetentuan dari PT BTN (Persero) Tbk yang berlaku saat ini, suku bunga kredit adalah 16 % (Enam belas persern) dan belum mengalami perubahan. Nampaknya si ibu ini mulai resah dengan surat jawaban dari Bank BTN, sebelum akad kredit sekitar lebih setahun yang lalu dia mendapat informasi dari Bank BTN bahwa bunga 16% hanya berlaku pada tahun pertama, selanjutnya akan berlaku bunga sesuai dengan bunga kredit pasar. Lha sekarang sudah setahun lebih sejak akad kredit/realisasi kok bunganya masih 16 %. Sementara sekarang bunga kredit di pasar adalah sebesar 10,5 – 12 % ini menurut Pejabat BTN di media massa.
Beberapa media juga merilis berita tersebut yaitu :

http://www.detikfinance.com/read/2010/01/12/112609/1276518/5/btn-siap-turunkan-bunga-kredit-sampai-1

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/01/14/10344431/Asyik..Bunga.Kredit.Masih.Bisa.Turun.

http://www.kontan.co.id/index.php/keuangan/news/28189/Asyik-Bunga-KPR-Masih-Bisa-Turun

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=0cf3631c283b4879e297fc213535dc12&jenis=e4da3b7fbbce2345d7772b0674a318d5

Namun sayang sekali Bank BTN sampai saat ini masih memberlakukan bunga 16% kepada si ibu tadi, lalu bagaimana dengan anda para pembeli Kalibata Residences/Regency ? Besar kemungkinan sama antara 15% – 16% dan tidak akan turun jika realisasi kredit sekitar setahun yang lalu. Karena sistem yang dipakai dalam perhitungan bunga BTN di Kalibata adalah Bunga Anuitas yaitu bunga yang diperhitungkan secara tahunan yang dibebankan setiap bulan sejak bulan realisasi kredit, dimana pada tahun pertama diperhitungkan dari jumlah kredit yang tercantum pada Perjanjian Kredit sedangkan bunga untuk tahun-tahun selanjutnya diperhitungkan dari sisa jumlah kredit pada akhir bulan realisasi kredit tahun berikutnya.
Untuk itu jika anda saat ini sedang dalam proses cicilan melalui bank sebaiknya menanyakan kembali besaran bunga yang dikenakan, apakah sudah sesuai dengan janji-janji pihak bank saat itu, yaitu bunga sudah turun sesuai pasar atau masih tetap seperti realisasi. Namun jika saat ini anda masih dalam proses persetujuan atau SP3K sebaiknya meminta keterangan tertulis perihal cara perhitungan bunga yang dipakai Flat 1 Tahun, Bunga Anuitas, Bunga Effektif atau lainnya. Saran saya adalah jangan sekali-kali percaya janji manis staf bank perihal besaran suku bunga yang katanya flat 1 tahun jika tidak tertulis dalam Surat Penegasan Persetujuan Penyediaan Kredit/SP3K atau lainnya. Karena ini akan merongrong kantong anda.
Yang patut dipertanyakan apakah pernyataan pejabat Bank BTN bisa dipercaya ? atau hanya akal-akal untuk menarik keuntungan lebih banyak dengan bunga yang 30% lebih tinggi dari bunga pasar.

September 16, 2009

Buka Puasa Bersama JK

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 4:24 pm
Tags:

BukBar bersama JK Mungkin karena kesibukan anggota Jaring Kaliresi/JK, kami jarang bertemu bersilaturahmi dan berbagi pengalaman sehingga pertemuan Buka Puasa Bersama JK di restaurant “ABG” di kalibata mall Selasa 15 September 2009 kemarin menjadi sangat hangat. Sejak awal JK tidak ingin membicarakan hal-hal yang serius atau sangat serius sekali perihal perkembangan Kalibata Residence dan Kalibata Regency. Namun dalam berbagi informasi ternyata begitu banyak sekali masalah yang sebentar lagi akan muncul untuk kita semua calon penghuni atau pemilik Kalibata. Hal ini disampaikan salah satu anggota JK yang cukup memiliki banyak sekali informasi termasuk hasil “laporan” kunjungannya ke salah satu rusunami di Kelapa Gading yang juga di kembangakan oleh Agung Podomoro Group. “Sangat sederhana sekali “ itu kata yang beliau sampaikan kepada kami bertujuh. ”Kita hanya membeli mentahnya saja, belum matang karena ini hanya rusunami”. Banyak hal yang perlu dicermati, seperti pipa saluran air kotor/bersih yang menonjol di balkon, pipa air bersih yg terlihat, kabel-kabel tampa penutup (plafon), meteran air/listrik yang tidak tetata rapi sehingga merusak pandangan mata dan lain sebagainya. Apakah hal ini akan terjadi juga pada kalibata yang notabene pengembangnya juga sama ?
Belum lagi masalah besar yang akan timbul, seperti biaya peningkatan mutu karena adanya perubahan yang dilakukan sepihak oleh pengembang tanpa memberitahukan sebelumnya kepada pembeli. Dan ini nilainya cukup besar. Sebagai contoh saja di rusunami di daearh cawang dan kebagusan sebesar 9 jutaan. Hal ini yang menjadi pekerjaan rumah semua pengurus dan anggota JK serta kemenpera, Apah hal ini sudah sesuai dengan peraturan rusunami ?

Catatan : Terima kasih kepada rekan2 JK dan milister yang telah menyumbangkan makanan dan minuman untuk berbuka puasa.

April 24, 2009

PPN Pembelian Rusunami

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 4:01 am
Tags:

Jakarta – Di pertengahan tahun kemarin saya membeli apartemen bersubsidi (Rusunami), dan dalam proses pembeliannya saya tidak menggunakan KPR melainkan dengan skema tunai bertahap yang mereka berikan.

Secara total yang harus saya bayar yaitu :
Harga Apartemen : Rp 144 juta
Harga View : Rp 9 juta
PPN 10% : Rp 14,4 juta.

Apakah mekanisme ini wajar. Khususnya apakah pembelian apartemen memang di kenakan PPN. Saya baru membeli apartemen lain tetapi bukan yang baru dan tidak dikenakan PPN, sehingga ingin tahu tentang mekanisme ini, terima kasih.
Jawaban:
Berdasarkan Pasal 1 angka 1huruf i Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31/PMK.03/2008 , Rumah Susun Sederhana Milik (RUSUNAMI) termasuk ke dalam Barang Kena Pajak Tertentu yang bersifat strategis yang dibebaskan dari PPN.

Lebih lanjut, Pasal 1 angka 5 dijelaskan bahwa : Rumah Susun Sederhana Milik (RUSUNAMI) sebagaimana dimaksud pada angka 1 huruf i adalah bangunan bertingkat yang dibangun dalam suatu lingkungan yang dipergunakan sebagai tempat hunian yang dilengkapi dengan kamar mandi/WC dan dapur, baik bersatu dengan unit hunian maupun terpisah dengan penggunaan komunal, yang perolehannya dibiayai melalui kredit kepemilikan rumah bersubsidi atau tidak bersubsidi, yang memenuhi ketentuan:

a. luas untuk setiap hunian lebih dari 21 m2 (dua puluh satu meter persegi) dan tidak melebihi 36 m2 (tiga puluh enam meter persegi);

b. harga jual untuk setiap hunian tidak melebihi Rp 144.000.000,00 (seratus empat puluh empat juta rupiah);

c. diperuntukkan bagi orang pribadi yang mempunyai penghasilan tidak melebihi Rp 4.500.000,00 (empat juta lima ratus ribu rupiah) per bulan dan telah memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP);

d. pembangunannya mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum yang mengatur mengenai persyaratan teknis pembangunan rumah susun sederhana; dan

e. merupakan unit hunian pertama yang dimiliki, digunakan sendiri sebagai tempat tinggal dan tidak dipindahtangankan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak dimiliki.

Dengan demikian, berdasarkan penjelasan tersebut di atas, RUSUNAMI yang Anda beli tidak termasuk ke dalam definisi RUSUNAMI yang termasuk ke dalam kategori dibebaskan dari PPN, sehingga atas RUSUNAMI yang anda beli terutang PPN.

Untuk pembelian Apartemen selain yang dijelaskan di dalam Pasal 1 angka 5 Peraturan tersebut di atas, termasuk ke dalam kategori Barang Kena Pajak, sehingga atas penyerahan apartemen selain RUSUNAMI terutang PPN sepanjang di serahkan oleh Pengusaha Kena Pajak.

Demikianlah penjelasan kami.

Nico Wandiredja, Supervisor PB&Co

http://www.detikfinance.com/read/2009/04/24/100237/1120653/689/ppn-pembelian-rusunami

April 8, 2009

IMB Rusunami Kalibata Akan Dikeluarkan

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 4:53 pm

Ada kabar gembira untuk konsumen Rusunami Kalibata, Jaksel. Menteri Negara Perumahan Rakyat Muhamad Yusuf Ashari menyatakan, masalah IMB dapat diselesaikan asal pengembang memenuhi kewajibannya. Hal ini diungkapkan Kemenpera dalam sebuah berita di sebuah Berita TV swasta di Jakarta, 8 April 2009.

http://www.liputan6.com/video/?program=news&id=175687&m_id=799893&page=19

April 5, 2009

Dibalik Penyegelan Rusunami (Kalibata)

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 8:31 am
Tags:

- Program 1.000 menara rusunami dicanangkan oleh Presiden pertama kali pada April 2007 saat ground breaking rusunami Pulo Gebang. Saat itu pemerintah, terutama wapres Jusuf Kalla meminta pengembang berpartisipasi ikut menyukseskan program 1000 tower itu. Wapres minta pengembang mempercepat sambil mengurus perizinan.

- Pemerintah pusat (Kemenpera) kemudian memberikan iming2 dan janji2: insentif pajak, kemudahan perizinan, subsidi pembiayaan, fasilitas infrastruktur, dan kemudian ditetapkan lah harga Rp144 juta per unit. Janji ini sudha dituangkan dalam Keppres No 22/2006 tentang pembentukan tim percepatan pembangunan rusun.

- Gubernur Sutiyoso, pada 4 oktober 2007 (atau tiga hari sebelum dicopot dan diganti oleh Foke), lalu mengeluarkan Pergub No136/2007 tentang pedoman pembangunan dan perizinan rusun di DKI, sebagai tindak lanjut kepres tadi.

- Inti dari pergub No136 adalah kemudiahan perizinan, dikon tarif IMB hingga 50%, ketinggian lantai bisa mencpai 20 lantai.. dlll.

- Dengan dorongan dan jaminan pak wapres, di tambah aturan Pergub 136/ 2007 itu.. maka ramai-ramai lah pengembang ikut program ini. Apalagi pasarnya yang membutuhkan “apartemen murah” ini sangat banyak. Banyak insentif, boleh dibangun tinggii, dlll. Singkatnya proyek rusunami sangat menggiurkan bagi pengembang.

- Atas dasar itu, Pengembang sekelas Agung Podomoro Group (APG), Bakrieland Development (Bakrie Group), dan Gapuraprima Grup lantas menyatakan ketertarikannya, selain ada perumnas sebagai lokomotif.

- Maka pada awal 2008, rusunami mendadak jadi primadona pengembang. Mulanya mereka test pasar dulu, dan kaget dengan respons konsumen yang luar biasa. Anda tentu bisa merasakannya. Puncak pasar adalah saat pameran pada Mei/Juni 2008 di Balai Kartini. Penjualan rusunami saat itu bak kacang goreng.

APG… sebagai pengembang terdepan, sepertinya tidak mau ketinggalan kereta. Dengan menguasai lahan 12 ha di lokasi yg sangat2 strategis, APG lalu agresif membangun proyek, meskipun tanpa IMB. Menurut saya, APG terlalu agresif dan berani dibanding pengembang lainnya.

Khusus rusunami, semua pengembang memulai bangunan tanpa IMB, karena ada jaminan tadi. Lagian, menurut pengakuan sejumlah pengembang besar, prosedur norma pengrusuan IMB di DKI 8-12 bulan; paling cepat 6 bulan. Kalai ikut aturan normal, bisa ketinggaan kereta.

Sayang, sejak penjualan rusunami bak kacang goreng, sekitar Juni 2008, Tim Penasihat Arsitektur Kota (TPAK) DKI Jakarta mencium ada yg tidak beres dengan proyek ini. TPAK menilai bibit permasalahannya ada di Pergub no 136/2007 yang membolehkan ketinggian lantai maksimal hingga 20. (hitungannya rumit, ketinggian lantai diukur dengan luas bangunan, (koefisien lantai bangunan/KLB dan Koefisien dasar bangunan/KDB) .

Intinya, dengan rusunami yg tinggi itu, akan ada banyak penghuni yang tinggal dalam satu menara. TPAK mempertanyakan faktor keselamatan, kenyamanan penghuni, dll. Pergub 136 tidak mengatur kewajiban pengembang menyediakan fasilitas publik, seperti pengolahan sampah, parkir, dan tek..tek bengek lainnya.

TPAK mengahwatirkan program 1.000 menara dapat menciptkan lingkungan padat baru dan permasalahan baru di DKI.

Walhasil, Fauzi Bowo, yang seorang teknik sipil itu, (berbeda dengan Sutiyoso yg seorang jendral) menerima masukan TPAK, dan akan merevisi Pergub 136/2007 sebagai biang permasalahan. Sejak itu, semua proses perizinan rusunami DIHENTIKAN sampai revisi pergub136/2007.

Saat itu kemenpera dan REI meradang, dan rutin melakukan pertemuan. Pembahasan alot, karena DKI akan memangkas ketinggian maksimal lantai hampir separuhnya. Koefisien lantai banguan (KLB) diturunkan dari 6 menjadi 3,5. kebijakan ini akan mengurangi keuntungan pengembang. Karena hunian yang boleh dibangun jadi berkurang, jumlah unit yang boleh dijual jadi sedikit. Keuntungan mengecil.

Pengembang sih ngakunya rugi.. dan minta kenaikan harga hingga Rp180 juta per unit (Dalam hal ini sy tidak percaya, pengembang, apalagi APG, maunya untung gede. Mereka tidak biasa nyari recehan dengan jualan apartemen subsidi.)

Revisi pergub itu, akhirnya keluar pada 17 maret 2009. yaitu Pergub No22/2009. isinya: – KLB tetap dipangkas, jadi 3,5

- hunian rusunami maksimal digarap di atas lahan 3 ha (kaliresi di atas lahan 12 ha, ini menyalahi aturan pergub baru),

- kepadatan maksimal 3.500 jiwa-4.000 jiwa per ha

- pengembang wajib menyediakan lahan parkir untuk ukuran 1 mobil dan lima motor setiap 10 KK/unit satuan rusun.

- Ruang terbuka 2 m2 per 10 jiwa,

- Fasilitas publik lain.

(saya pernah posting berita soal pengembang mengevealuasi proyek rusunami)

Jika mengacu pergub yang baru ini, jelas Proyek Kaliresi banyak menyalahi aturan ini (makanya disegel pertama kali???). Dalam salah satu pasal bagian terakhir pergub baru itu disebutkan, pengembang yg sudah terlanjur membangun dan memperoses boleh megikuti acuan aturan lama. tetapi pengakuan sejumlah pengembang, petugas DKI tetap memberlakukan aturan baru, untuk semua poyek rusunami di DKI.

Pengembang lain juga, beberapa belum punya IMB, tetapi proyeknya tidak se-ekstrem Kaliresi. Mereka bisa dengan mudah segera menyesuaikan aturan baru.

Hipotesis yg muncul adalah;

penyegelan karena adanya pergub baru No 22/2009, meskipun alasan ini tidak disebutkan dalam papan penyegelan. Karena dengan aturan SK gubernur saja memang sudah menyalahi aturan. Bangunan tidka boleh dibangun sebelum ada IMB.
kalau pemrov DKI konsisten (bukan motif uang), penyegelan ini menguntungkan konsumen. Sebab untuk mendapatkan IMB, pengembang harus merubah dan menyesuaikan dengan aturan baru, desain dan semua tata ruang kaliresi dirubah, demi kenyamanan penghuni. Faslitas publik disediakan dll.
Kalau desain tetap, dan proyek dilanjutkan, berarti: uang main disitu.

Harga rusunami bersubsidi ditetapkan Rp144 juta per unit. Pengembang baru akan memperoleh semua insentif, termasuk subsidi untuk konsumen.

Berdasarkan aturan menpera, hanya konsumen yang berpenghasilan Rp2,5 juta-Rp4 juta per bulan yang boleh membeli hunian rusunami bersubsidi. Dalam hal ini… silahkan mengkoreksi diri sendiri.. siapa saja yang telah mengambil hak orang lain, apalagi beli lebih dari 1 unit.

Dengan penghasilan yang disebutkan tadi… hampir dipastikan pembelian dengan cara KPA/KPR.. warga dengan penghasilan td tidak akan sanggup beli dengan cash bertahap…

Masalah ini juga bisa menjadi alasan penyegelan. Pemprov DKI/pemerintah/ pengembang lain menilai, proyek rusunami yg dikembangkan di Kalibata sudah melenceng dari tujuan semula. Meskipun belum ada ketentuan komposisi hunian antara bersubsidi seharga Rp144 juta dan di atas itu, tetapi ini bisa jadi salah satu alasan yg memperkuat penyegelan. Saya kira sudah banyak konsumen yg ditagih ulang untuk membayar dana2 tambahan kan???

memang susah bangun program 1.000 menara rusunami yg sesuai tujuan semula, apalagi diserahkan kepada pengembang yg masih kemaruk untung. Proyek ini minim untung, makanya lihat yg dijual perumnas.. lama lakunya karena sesuai prosedur. Hampir semua bersubsidi…

Yang paling fatal, memang pengembang tidak terbuka dan transparan kepada konsumen. Itu fakta. Statuss tanah kalibata yg bekas pabrik dan dekat taman makam pahlawan perlu dipertanyakan. Dengan kasus ini, kekuatan konsumen lebih tinggi, daya tawar akan lebih bagus kalau bersatu dan mempertanyakan status tanah. Itu lebih penting, dari soal izin yg bisa diurus dalma 1 atau dua bulan.

Berdasarkan info dr temen yg lama bermain di properti: pemimpin kelompok usaha ini adalah jaringannya Sutiyoso karena sama satu kampung halaman dr Semarang. Jd dulu bangun proyek lebih berani dan izin lebih gampang. Begitu ganti gubernur.. kewalahan…, (yg ini wallahu, hanya tuhan yg tahu). Tetepai kalau dilihat dari revisi pergub itu.. bisa jadi..
Dalam kasus ini ada ketidakompakan antara pemerintah pusat (Wapres dan kemenpera) dengan Pemprov DKI. Di satu sisi mempercepat, yg satu justru menghambat. Atau justru pemprov DKI yg merasa kewenangannya diambil alih oleh pemerintah pusat, yg selalu gembar-gempor program 1000 menara.

Sekian dulu… masih banyak yg terlewat… bisa ditanyakan lebih lanjut…

Mohon maaf kalau ada yg tidka berkenan.. Sy tidak ada dipihak siapa2.. tetapi kalau harus berpihak.. sya pilih posisi yg paling lemah yaitu konsumen.. (Asdan)

KR Disegel

January 16, 2009

Pembangunan 11 Januari 2009

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 4:39 pm
Tags:

December 12, 2008

Kembali Ke PPJB

Filed under: Artikel — jaringkaliresi @ 2:34 pm
Tags:

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat telepon dari seorang ibu yang juga anggota Jaring Kaliresi. Ibu ini sedikit mengeluh perihal sulitnya menperoleh copi PPJB padahal sudah akad kredit dengan Bank Permata 2 minggu sebelum menghubungi saya. Akad kredit atas nama suaminya yang sebetulnya sudah tahu bahwa sang istri mengingatkan agar meminta copi PPJB kepada pihak Bank atau pengembang, namun karena banyaknya antrian untuk tanda tangan akad kredit, sehingga lupa. Akibatnya, sangat sulit memperoleh copi PPJB ini jika telah beberapa hari apalagi beberapa minggu. Minta ke bank, disuruh minta ke pengembang. Minta ke pengembang disuruh minta ke bank karena itu dokumen milik bank sebagai jaminan (?). Menghubungi marketingnya juga sama aja, gak tahu. “Bingung deh” begitu kata–kata terakhir si ibu kepada saya.  

 

Telusur punya telusur ternyata ada juga seorang bapak (saya lupa baca dimana) yang sudah akad kredit  sepuluh tahunan tapi saat kreditnya akan lunas dan mau tanda tangan akta jual beli, PPJB nya gak ada di Bank. Sementara si bapak gak punya copinya ? Bingung kan.

 

Sekali lagi PPJB. PPJB merupakan dokumen pegangan si pembeli selama proses pembangunan, pembayaran atau proses kredit. Karena dalam PPJB tertuang perjanjian pembeli dan penjual sebelum terjadinya akta jual beli karena belum lunas atau obyeknya belum dibanguan atau sedang dibangun. Dalam PPJB tertuang hak dan kewajiban, sangsi, dan lain sebagainya yang berlaku untuk masing-masing pihak  dan kedua pihak. Jika salah satu pihak lalai/mangkir terhadap salah satu pasal maka sangsi akan berlaku di pihak satunya.  Namun jangan berharap PPJB itu memihak pembeli, sama sekali TIDAK. PPJB dibuat oleh pengembang yang sudah tentu menguntungkan si pengembang, dimanapun itu. Meskipun pemerintah telah mengeluarkan peraturan Kemenpera No.11/1994 tentang Pedoman PPJB, namun karena tidak ada pengawasan dari pemerintah, PPJB tidak memihak konsumen dan bertentangan dengan UU Perlindungan Konsumen. Bagi anda yang sudah tanda tangan PPJB dan sudah menerima copi atau aslinya, pelajari dan simak baik-baik. Tapi bagi anda yang belum menerima PPJB dan baru mau akan akad kredit, sebaiknya minta copi PPJB anda.

 

Bagi Pembeli Kalibata Residences yang menggunakan kredit Bank BTN dan belum akad, baiknya anda minta kepada pengembang atau bank sebelum atau saat akad kredit, jangan tunda besok atau lusa atau bahkan minggu depan, pasti susah mendapatnya.

December 6, 2008

Pembangunan 29 Nov 2008

Filed under: Uncategorized — jaringkaliresi @ 3:29 pm
Tags:
Next Page »

The Rubric Theme. Create a free website or blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.